Kamis, 16 Juli 2020

kadang rasanya aneh. Orang - orang suka sekali menyamakan sesuatu. Bukan berarti gue gak ngelakuin juga ya. Misalnya kita sering dimirip - miripkan dengan tokoh terkenal atau seseorang yang pernah mereka temui. Apasih tujuannya? Mengakrabkan? Mungkin, first impression? Mungkin juga. Tapi yang penting dari hal ini sebenernya adalah, orang - orang suka sekali menyama-nyamakan.

Pernah gak sih lu bertanya - tanya, darimana asalnya orang - orang suka menyamakan sesuatu? Mungkin kita baru mengenal perilaku menyama - nyamakan dari orang tua. Seringkali pernah ketika gue masih kecil, gue sering menghadiri arisan keluarga besar ayah gue. ketika bertemu para orang tua, mereka melihat gue bagai pinang dibelah dua, alias mirip dengan ayah gue. Mungkin disitulah cikal bakal memirip - miripkan. Karena sampai yang kita sama - sama rasakan sampai pada saat ini, rasanya, memirip - miripkan seseuatu jadi keluar jalur. bisa saja kita dimiripkan seperti artis, atau tokoh kartun. perembetan yang lestari terbiasa ini kadang membuat kita menjadi merasa aneh bukan?

mungkin tidak bagi sebagian orang. gue juga gak maksa kalian untuk menjadi bersama. tapi maksud gue bilang begini karena kemudian perembetan memirip - miripkan ini bisa menjadi - jadi. bak monster yang berperawakan kecil dan lucu, jadi besar nan menakutkan. yang pada kondisi tertentu, bisa saja membuat orang lain menjadi stress atau sampai meninggal dunia. gila ya, memirip - miripkan itu.

maksud gue bukan membesar - besarkan. tapi gimana kalo emang besar? nih nih, gue kasih tau contohnya. pasti diantara kalian, atau kalian sendiri, pernah ngalamin atau denger cerita bahwa orang tua lu ingin berusaha menyamakan diri lu sama orang - orang sukses di luar sana. yaa minimal sodara kandung sendiri lah ya. nah, kalau emang kalian atau orang - orang disekitar kalian pernah ngalamin itu. pasti sekarang ngerti dong, memirip - miripkan jadi kompleks urusannya. karena bisa memengaruhi cara pandang dan respon perilaku seseorang kan?

mungkin agak terkesan tak ada hubungannya. oke oke coba kita gabungkan dua hal ini. memirip - miripkan dan menyamakan. sekarang gini, ga mungkin dong setelah kita dimirip - miripkan dengan ayah sendiri yang sukses -misalnya- oleh orang - orang, kemudian mereka ga mikir kenapa anaknya bisa gak sesukses ayahnya? pasti mereka mengharapkan anaknya bisa sesukses ayahnya dong. iya kan? nah bentuk pengharapan yang diharapkan orang - orang itu lahir dari kebiasaan orang itu dalam memirip - miripkan sesuatu.

kita bisa aja kecewa karna yang biasanya kita makan mie sedap rasa soto tapi karna kita memirip - miripkannya dengan indomi soto. Hal sesimpel gitu bisa aja bikin kecewa kan?

....
hmm rasanya ga sreg. ada yang kurang. ya beginilah kalau ada suatu pemikiran tapi ga ditulis dulu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar